Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB

Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. Humas Kemendikdasmen

MERCUSUARNEWS.NET – Jakarta, 7 Juli 2026 – Di balik besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, masih terdapat satu tantangan yang perlu dijawab, yakni berbagai bentuk bantuan dan kolaborasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Agar berbagai inisiatif tersebut dapat lebih tepat sasaran, terhubung dengan kebutuhan satuan pendidikan, dan memberikan dampak yang lebih luas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam arahannya menegaskan bahwa semangat partisipasi lahir dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan memberikan manfaat kembali bagi diri sendiri maupun masyarakat. Karena itu, menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tidak terbatas pada bantuan dalam bentuk materi.

“It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi,” ujar Menteri Mu’ti di Jakarta (6/7).
 
Ia mengatakan jika Presiden Prabowo telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden melalui partisipasi masyarakat yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Partisipasi semesta adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan, percepatan pelaksanaan program, peningkatan, dan perluasan,” jelasnya.
 
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa kolaborasi dibutuhkan karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena dengan cara kemitraan itulah kami bisa melakukan pemenuhan kebutuhan, percepatan, peningkatan, dan perluasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui perubahan cara berpikir dan penguatan karakter. “Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak,” ungkapnya.
 
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi
expand_less